Pupuk Organik Biosaka

Upaya Memajukan Dan Mengembangkan Sektor Pertanian Melalui Pupuk Organik Biosaka

Views: 36
Iklan Pihak Ketiga
CopyAMP code
Waktu Baca1 Menit

Beritalidik.com ( Pemalang )

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung, memajukan dan mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Pemalang, adalah dengan menerapkan teknologi pertanian, seperti Biosaka.

Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, saat menerima kunjungan Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi dan melakukan panen raya padi dan bimtek biosaka di Desa Saradan Kecamatan Pemalang, Jumat (14/10/2022).

Baca Juga : https://beritalidik.com/bupati-pesan-waspada-bencana-saat-buka-tmmd/

Dengan teknologi tersebut Mansur berharap hasil pertanian petani dapat semakin meningkat, sehingga berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan para petani di Pemalang.

Berkaitan dengan kunjungan Dirjen Tanaman Pangan beserta rombongan dari Kementerian Pertanian RI, Mansur menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Pemalang dan berharap kehadiran mereka dapat meningkatkan motivasi dan semangat bagi Jajaran Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, Kelompok Tani dan Para Petani Milenial agar lebih giat lagi dalam memajukan dan mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Pemalang.

” Saya juga berharap, semoga suasana Kabupaten Pemalang yang tenang, asri dan nyaman ini, mendatangkan kesan tersendiri di hati Bapak, Ibu sehingga akan semakin banyak lagi kegiatan-kegiatan produktif dari Kementerian Pertanian yang diselenggarakan di Kabupaten kami “. ujarnya.

Di acara itu Mansur memaparkan, Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di sektor komoditas pangan utama, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar serta kacang hijau.

Terkait itu, Ia bersyukur karena hari ini dapat bisa melaksanakan panen padi di lahan milik Gapoktan Saradan Makmur, dari Desa Saradan, dengan luas lahan 118 ha menggunakan varietas padi inpari 32 dan ciherang.

Baca Juga : https://beritalidik.com/bertepatan-peringatan-hari-museum-nasional-museum-situs-semedo-resmi-dibuka-untuk-umum/

Secara spesifik Ia menyampaikan bahwa indeks pertanamannya dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun dengan pola tanam padi – padi – padi, dan tingkat produktifitas mencapai 8,4 ton/ha, harga GKP Rp.5.500,-/Kg, biaya produksi Rp.15.000.000,- per Ha. Dan hasil panen tersebut, kata Mansur tentu patut disyukuri.

Untuk meningkatkan hasil panen padi, Mansur mengharapkan adanya komitmen dan kerja sama yang baik lagi diantara stakeholders sektor pertanian dengan Pemerintah Pusat, Daerah dan Desa. ( *** ) 

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan