Desa Slawi Kulon

Penggunaan Dana Desa Slawi Kulon Mengikuti Perpres Nomor.104/2021

Views: 33
Iklan Pihak Ketiga
CopyAMP code
Waktu Baca1 Menit

Dana Desa berpedoman pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 tahun 2021

Beritalidik.com ( Slawi )

Penggunaan Dana Desa untuk Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal di tahun anggaran 2022 pengelolaannya Dana Desa tersebut berpedoman pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 tahun 2021. Dalam peraturan tersebut ada pos anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) minimal 40 persen, 20 persen paling sedikit untuk ketahanan pangan dan hewani, kemudian 8 persen untuk penanganan covid 19.Demikian disampaikan Herdar,SIP Pj.Kades Slawi Kulon.

Dana Desa untuk Slawi Kulon untuk tahun 2022 sebesar Rp 1,4 miliar. Dikarenakan adanya peraturan Presiden tersebut, maka pembangunan infrastruktur nilainya terbatas. Sehingga pihak pemerintah desa Slawi Kulon hanya bisa melakukan kegiatan fisik untuk membangun infrastruktur yang besar-benar urgen, jelas Kades.

Baca juga :https://beritalidik.com/ketua-dpc-peradi-tegal-raya-ajak-anggota-peradi-memberikan-bantuan-hukum-pada-masyarakat-tidak-mampu/

Ditambahkan Kades, tujuan utama pemerintah menetapkan 40 persen BLT DD adalah supaya masyarakat mendapatkan uang tunai. Sehingga ada uang beredar dimasyarakat, perekonomian terbantu. Sedangkan untuk 20 persen ketahanan pangan dan hewani adalah strategi nasional untuk persiapan ketahanan pangan kedepan.

Slawi kulon

Sementara itu, Budi, Kasi Pelayanan Masyarakat Desa Slawi Kulon dan juga selaku Timlak kegiatan DD menambahkan, bahwa mekanisme penyaluran dana desa tahun 2022 sudah dijelaskan pada Perpres No 104 tahun 2021.

Baca juga :https://beritalidik.com/pada-giat-halal-bihalal-1443-h-pengurus-baru-ppdi-kecamatan-bumiayu-periode-2022-2027-dikukuhkan/

“BLT DD disalurkan setiap triwulan sesuai sesuai dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah diinput sebelum penyaluran bulan kesatu. Untuk nilai total penyaluran BLT DD setahun diperoleh dari jumlah KPM dikalikan 300 ribu selama 12 bulan,” ungkapnya.

Menurut Budi, untuk pembangunan fisik karena dananya terbatas yang menjadi prioritas digunakan untuk membuat saluran yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. ( sus ) 

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan