Harris Turino

Carut Marut Minyak Goreng Di Negeri Penghasil Sawit Terbesar Di Dunia

Views: 42
Iklan Pihak Ketiga
CopyAMP code
Waktu Baca1 Menit

Beritalidik.com ( Slawi )

Carut marut kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng sudah berlangsung selama 3 bulan.

Sampai saat ini kondisinya belum stabil. Di Pemalang, Jawa Tengah, bahkan viral video antrian minyak goreng.

“Antre minyak. Yang antre sandalnya, lur,” ujar pria yang merekam video tersebut, seperti dikutip dari akun Instagram @lambe_turah pada Senin (7/3/2022).

Antrian sandal

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan pada acara diskusi virtual, dari berbagai sumber mengatakan minyak goreng tersedia dan tidak langka di pasaran, hanya harganya yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Baca juga : https://beritalidik.com/meski-terpukul-akibat-dampak-pandemi-target-pendapatan-sektor-pariwisata-di-kabupaten-tegal-justru-bertambah/

Pernyataan Oke Nurwan, sontak mendapat tanggapan dari Dr. Ir. Harris Turino, SH. MSi. MM Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Melalui no telponnya, Haris Turino menyatakan “Saya sangat menyesalkan pernyataan tersebut muncul dari seorang Dirjen di Kementerian Perdagangan.”

Sidak Minyak Goreng langka

Pernyataan itu sama sekali tidak benar, karena saya melihat sendiri antrian mengular di beberapa toko ritel modern di daerah pemilihan saya. Pasokan yang masuk dari distributor langsung habis hanya dalam hitungan jam”, demikian yang dikatakan oleh Dr. Harris Turino ketika diminta tanggapannya

“Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa Kementerian Perdagangan tidak memiliki itikad yang kuat untuk memperbaiki kondisi rantai pasok minyak goreng dan mengendalikan harga sesuai dengan aturan yang ditetapkan sendiri oleh Menteri Perdagangan.”

Baca juga :https://beritalidik.com/satu-keluarga-tertimpa-dahan-pohon-di-ow-guci-balita-kepalanya-retak/

Politikus PDI Perjuangan ini menilai bahwa Kementerian Perdagangan harus serius menangani hal ini. Apalagi saat ini menjelang memasuki bulan puasa.

Minyak goreng

Menurut Harris Turino, jika tidak mampu mengatasi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng, Kemendag sebaiknya meminta maaf dan menjelaskan persoalan yang dihadapi. Untuk mengurai gangguan pada rantai pasok,

Harris Turino juga menekankan agar Kementerian Perdagangan melibatkan Satgas Pangan dan aparat Kepolisian.

Sungguh sangat miris, di negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi rakyatnya mengantri minyak goreng.( IJK )

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan